Pengaruh Buruk Televisi, Handphone dan Multimedia Lainnya Bagi Tumbuh Kembang Anak

Diposting pada

Seiring dengan berjalannya waktu, teknologi dan informasi pun berkembang dengan pesat dan semakin canggih. Jika dahulu semua acara di televisi dan radio diatur program dan penyiarannya oleh pemerintah, maka kini setiap stasiun TV dan radio memiliki hak otonomi dalam penyiarannya. Dulu kita punya program “Si Unyil” yang bisa kita banggakan dengan tayangannya yang sangat educational. Tapi kini, sejak pemerintah tak lagi memiliki wewenang dalam mengatur program acara di TV maupun radio, tak banyak acara yang benar-benar layak untuk ditonton atau didengar oleh anak-anak.

Resiko memiliki TV di rumah adalah anak-anak menjadi senang dan kecanduan nonton TV. Bahkan meski acara kartun pun, tak semua acara kartun tersebut layak untuk mereka tonton. Apa yang mereka dapatkan kecuali hanya secuil? Sementara mereka bisa menghabiskan waktu berjam-jam dalam sehari hanya untuk menonton TV? Umumnya, anak-anak memang lebih senang menonton TV daripada mendengarkan radio. Akan tetapi, tak menutup kemungkinan juga bahwa radio memiliki pengaruh yang cukup berbahaya bagi anak-anak. Misalnya saja, Anda senang menyetel radio keras-keras. Padahal, kebanyakan radio sering memutar lagu-lagu dan musik orang dewasa. Efeknya? Anda tahu sendiri. Anak-anak sangat cepat menghafal lagu-lagu yang kebanyakan liriknya tak layak untuk dihafalkan oleh anak-anak.

Demikian juga dengan multimedia yang lain, seperti komputer. Pada dasarnya, komputer sangat bagus untuk media belajar anak-anak. Tapi, akan sangat buruk jika tanpa pengawasan. Misalnya, Anda membiarkan mereka lebih sering menggunakan waktu mereka untuk bermain game. Sementara game tersebut tak selalu sifatnya edukatif. Bahkan kini banyak game-game yang memperlihatkan adegan-adegan kekerasan atau pahlawan wanita dengan pakaian ketat, terbuka, dsb. Berikut ada beberapa dampak pengaruh TV, radio, dan mutimedia lainnya bagi anak-anak:

  • Berpengaruh terhadap perkembangan otak anak
  • Mendorong anak untuk berperilaku konsumtif
  • Anak menjadi malas belajar dan lebih suka menonton TV atau bermain game
  • Anak menjadi malas menghafal pelajaran dan lebih suka menghafalkan lagu-lagu
  • Mendorong anak untuk lebih banyak berkhayal tentang hal-hal yang sia-sia
  • Mengurangi kreativitas
  • Mengurangi daya konsentrasi
  • Lebih cepat matang secara seksual (karena adanya tontonan dengan adegan-adegan yang kurang layak bagi anak-anak)

Karena itulah, sebagai orangtua, kita dituntut untuk benar-benar bijak dalam mengatur acara “menonton TV” atau “mendengarkan radio” atau “main komputer” untuk anak-anak. Dampingi selalu. Minimal, Anda dapat mengarahkan serta memberitahu mereka yang seharusnya mereka lakukan ketika mereka melihat dan atau mendengar acara-acara yang kurang layak untuk ditiru.

Bagikan ini :